Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses
pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung. Pemanasan secara
langsung dapat terjadi melalui berbagai proses yaitu proses absorbsi, proses refleksi, dan proses difusi .

Proses absorbsi adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gamma, sinar-X, dan ultraviolet. Unsur-unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan debu.

proses refleksi
adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh
butir-butir air (H 2 O), awan, dan partikel-partikel lain di atmosfer.

proses difusi
sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan lembayung
berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru. Pemanasan tidak langsung oleh sinar matahari dapat terjadi dengan cara seperti konduksi yaitu pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya. Kemudian konveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas. Selanjutnya adveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal (mendatar). Dan yang terakhir turbulensi yaitu pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer.